
Andrea Dovizioso berhasil melewati ujian perdananya bersama Repsol Honda dengan gemilang. Meski Valencia diguyur hujan, namun Dovizioso melahap uji cobanya dengan sempurna.
Dovizioso adalah salah satu dari tujuh pembalap MotoGP yang melakukan uji coba kedua di Valencia, Rabu (29/10/2008). Namun, pembalap muda itu dapat menjalankan tugasnya dengan sangat baik.
Dovizioso melahap 18 putaran pada sesi uji coba itu, dengan hanya tercecer 0,009 detik dari catatan waktu yang dibuat pembalap anyar Ducati, Nicky Hayden yang menjadi pembalap tercepat.
"Saya cukup puas dengan hasil balapan di uji coba kedua ini. Sebenarnya, kondisi lintasan tidak bagus, trek sangat licin baik kering atau basah," ujar Dovizioso seperti disitat Crash, Kamis (30/10/2008).
"Jadi untuk menguji ban, maka kami harus menunggu hujan yang lebih lebat lagi. Pasalnya, kami hanya memiliki satu ban yang bisa digunakan," lanjut pembalap asal Italia itu.
"Saya mempelajari motor dan ban baru. Saya sangat senang dengan tantangan baru ini," tandas pembalap 22 tahun itu.
30 Oktober 2008
Andrea Dovizioso Libas Hujan
18 Oktober 2008
Pedrosa Start Terdepan
Dani Pedrosa bakal memulai balapan dari posisi terdepan, Minggu (19/10/2008) besok, usai mencatat waktu terbaik di sesi kualifikasi, mengungguli duo Fiat Yamaha, Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo.
Bagi Pedrosa, keberhasilannya merebut pole position ini merupakan kali pertama yang dilakukannya musim ini bersama pabrikan ban Bridgestone dan mesin pneumatic-valve Honda.
Berlaga di lintasan kering Sepang, Pedrosa berhasil mencatat waktu dua menit 1,548 detik, mengungguli Rossi dan Lorenzo yang berada tepat berada di belakangnya. Nicky Hayden menyusul di tempat keempat diikuti Colin Edwards dan Andrea Dovizioso.
Sementara Casey Stoner berada di baris ketiga dan memulai balapan dari posisi ketujuh, diikuti Loris Capirossi dan Randy de Puniet. John Hopkins melengkapi daftar 10 besar pembalap tercepat di sesi kualifikasi, Sabtu (18/10/2008).
Hasil Kualifikasi MotoGP Malaysia
1. Dani Pedrosa SPA Repsol Honda Team (B) 2min 1.548 sec
2. Valentino Rossi ITA Fiat Yamaha Team (B) 2min 1.957 sec
3. Jorge Lorenzo SPA Fiat Yamaha Team (M) 2min 2.171 sec
4. Nicky Hayden USA Repsol Honda Team (M) 2min 2.192 sec
5. Colin Edwards USA Tech 3 Yamaha (M) 2min 2.245 sec
6. Andrea Dovizioso ITA JiR Team Scot MotoGP (M) 2min 2.836 sec
7. Casey Stoner AUS Ducati Marlboro Team (B) 2min 2.953 sec
8. Loris Capirossi ITA Rizla Suzuki MotoGP (B) 2min 3.078 sec
9. Randy de Puniet FRA LCR Honda MotoGP (M) 2min 3.110 sec
10. John Hopkins USA Kawasaki Racing Team (B) 2min 3.184 sec
11. Chris Vermeulen AUS Rizla Suzuki MotoGP (B) 2min 3.271 sec
12. James Toseland GBR Tech 3 Yamaha (M) 2min 3.282 sec
13. Anthony West AUS Kawasaki Racing Team (B) 2min 3.392 sec
14. Marco Melandri ITA Ducati Marlboro Team (B) 2min 3.835 sec
15. Shinya Nakano JPN San Carlo Honda Gresini (B) 2min 4.001 sec
16. Sylvain Guintoli FRA Alice Team (B) 2min 4.378 sec
17. Alex de Angelis RSM San Carlo Honda Gresini (B) 2min 4.679 sec
18. Nobuatsu Aoki JPN Rizla Suzuki MotoGP (B) 2min 4.835 sec
19. Toni Elias SPA Alice Team (B) 2min 5.120 sec
16 Juli 2008
Kontrak Capirossi Diperpanjang
Pembalap asal Italia Loris Capirossi bakal tetap bertahan memperkuat tim Suzuki Rizla di ajang balap MotoGP musim depan. Perpanjangan kontrak telah disepakati Capirossi dan pihak Suzuki.
Meski belum resmi, namun kedua belah pihak telah menyatakan kesepahamannya. Menurut Capirossi, pengumuman resmi baru akan dilansir di Sirkuit Laguna Seca.
"Kami telah sepakat, dan kami pasti akan mengumumkannya secara resmi di Laguna nanti," ujar Capirossi seperti dilansir Autosport, Selasa (15/7/2008).
Dalam beberapa pekan terakhir, aksi Capirossi bersama Suzuki sempat terhambat oleh cedera yang membebat rider berjuluk Capirex itu. Capirex mengalami patah tangan di Katalunya hingga membuatnya absen di GP Inggris. Kemudian lengannya kembali terkena masalah usai terlempar dari tunggangannya di Sirkuit Assen.
Namun hal itu rupanya tidak menghalangi niat Suzuki untuk tetap memakai jasanya. Toh prestasi Capirex bersama Suzuki di MotoGP juga tidak terlalu tenggelam.
Saat ini Suzuki berhasil dibawanya bertengger di urutan keempat klasemen konstruktor di bawah Yamaha, Honda dan Ducati. Capirex sendiri kini berada di posisi kesebelas di klasemen pembalap dengan nilai 60. www.maniakbalap.com
25 Mei 2008
Capirossi Bidik Mugello
VERWOOD - Akhir pekan depan balapan MotoGP bakal digelar, di Sirkuit Mugello Italia. Pembalap Suzuki Loris Capirossi yang asli Italia, tengah membidik hasil maksimal di tanah kelahirannya tersebut.
Di Mugello nanti, Capirossi bakal menunggang motor Suzuki untuk pertama kali. Capirex, demikian Loris biasa disapa, berharap motor GSV-R bisa tampil kompetitif untuk menunjang ambisinya mempersembahkan sesuatu bagi Suzuki dan suporternya.
"Saya cinta Mugello. Saya tak sabar mengendarai Suzuki untuk pertama kali di Itali. Ini adalah momen besar untuk saya karena bakal banyak fans juga di sana," jelas Capirex di autosport, Jumat (23/5/2008).
"Motor semakin baik dari waktu ke waktu, tapi kami tetap harus meningkatkan performa. Semoga kami dapat menapak langkah besar di Mugello dan memberikan Itali serta fans Suzuki sesuatu untuk dirayakan," tambah Capirossi.
"Determinasi untuk tampil sempurna di Grand Prix sedang tinggi. Saya akan melakukan apapun untuk mewujudkannya menjadi kenyataan," janji Capirex.
Sementara rekan satu tim Capirex di Suzuki, Chris Vermeulen, juga memiliki tekad yang sama. Vermeulen yakin bisa mempersembahkan sesuatu bagi Suzuki, mengingat pembalap asal Belanda itu tampil baik di kualifikasi Mugello tahun lalu, dengan meraih posisi start di deretan depan.
"Trek Mugello sangat menantang untuk digeber secara maksimum. Namun penampilan saya musim lalu kurang maksimal. Saya yakin Capirossi bakal memberikan sesuatu untuk tim," jelas Vermeulen.
okezone.com
Rossi Menyesal Tak Pindah ke F1
Roma - Valentino Rossi membuat pengakuan. Pembalap Fiat Yamaha ini menyatakan bahwa dia memiliki penyesalan karena tidak pindah ke Formula 1 saat mendapat kesempatan.
Juara dunia tujuh kali MotoGP itu telah beberapa kali melakukan tes untuk tim Ferrari. Yang terakhir adalah di Valencia, Spanyol, pada awal 2006. Hasilnya, dia hanya kalah beberapa detik di belakang Michael Schumacher.
Rossi pun mengakui ada rasa penyesalan di dalam dirinya karena tak mencoba pindah karir ke F1. "Saya memiliki penyesalan, karena saya tetap penasaran untuk mengetahui apa yang saya dapat lakukan," ujarnya seperti dilansir Crash.
"Saya melakukannya dengan baik saat tes, dan selalu bermimpi bisa membalap dengan Ferrari. Tapi saya belum siap untuk loncat dan saya masih di tengah balapan motor," ungkap pria berusia 29 tahun ini.
"Mengemudi mobil F1 sangatlah memuaskan. Seperti membawa pesawat, dan memberi Anda sensasi yang luar biasa. Tapi untuk pembalap motor, rasanya aneh juga ketika memasukkan kedua kaki ke lobang hitam," tukas Rossi.
detik.com
23 Mei 2008
Yamaha Siap Perpanjang Kontrak Rossi
Tokyo - Selangkah lagi, Valentino Rossi akan dipastikan bertahan di Yamaha setelah tim asal Jepang ini menyatakan akan segera memperpanjang kontrak pembalap Italia itu.
Adalah Marao Furusawa yang memastikan hal ini. Kepala departemen balap Yamaha ini menilai Rossi memenuhi kriteria untuk diperbarui kontraknya.
"Valentino akan menjadi pemenang setidaknya untuk beberapa musim ke depan. Ia bisa mengendarai Yamaha sepanjang ia mau, selama ia bisa terus berada di depan," tandasnya kepada Gazzetta dello Sport.
Itu artinya kedua belah pihak sudah menemui kesepakatan verbal mengenai kontrak baru. Hanya kepastian hitam di atas putih yang masih harus menunggu waktu yang tepat.
detik.com
Perjuangan Nicky Hayden
LE MANS - Juara dunia MotoGP 2006 Nicky Hayden, masih berjuang mengembalikan performa. Hayden terlihat belum padu dengan tunggangan barunya.
Setelah menjuarai MotoGP tahun 2006, penampilan Hayden langsung melorot drastis. Tahun lalu, pembalap asal Amerika Serikat ini menyelesaikan kejuaraan di posisi kedelapan, hanya mengoleksi tiga podium tanpa satupun gelar juara Grand Prix.
Musim ini performa Hayden belum beranjak dari keterpurukan. Setelah menjalani lima gelaran MotoGP 2008, andalan Repsol Honda tersebut masih tertahan di posisi ketujuh, tertinggal 57 angka dari rekan satu timnya, Dani Pedrosa.
Kendala Hayden ternyata terletak pada kemampuan memadukan gaya balapnya dengan dengan Honda RC211V. Hal tersebut diakui sendiri oleh pembalap berusia 26 tahun tersebut.
"Tidak ada alasan, problemnya ada pada saya yang belum bisa beradaptasi gaya balap saya dengan motor 800cc. Saya tidak puas, ini periode sulit buat saya," ujar pembalap asal Amerika Serikat di autosport, Jumat (23/5/2008).
"Honda ini tidak memiliki cukup tenaga untuk gaya membalap saya. Saya berangkat dari trek tanah, saya harus menggelincirkan motor dengan menarik gas. Untuk melakukan itu dibutuhkan tenaga kuda serta akselerasi yang kuat," sambung Hayden.
"Saya butuh mesin dengan tenaga kuat dan katup udara baru. Namun saya setuju dengan para insinyur HRC, mereka bilang kami harus menanti lebih lama. Kami di tim pabrikan akan memakai motor baru hanya bila benar-benar teruji," tutupnya.
okezone.comSelebrasi '90+90' Rossi & Nieto
ROMA - Grand Prix MotoGP di Le Mans pekan lalu memang menjadi momen yang sangat berarti bagi Valentino 'The Doctor' Rossi. Selain menjadi ajang pembuktian kebangkitannya, Rossi juga mampu menyamai rekor pembalap Spanyol Angel Nieto dengan 90 kemenangan dalam karirnya.
Namun hal unik juga terjadi seuasai pembalap Italia itu finis di urutan pertama. Rossi langsung melakukan selebrasi bersama sang bintang Nieto dengan motor kesayangannya. Rossi yang diboncengkan Nieto juga telah mempersiapkan bendera bertuliskan 90 + 90.
Nieto sendiri juga tampak menikmati selebrasi gabungan duo pembalap besar itu. Pembalap Spanyol itu mengenakan jaket kulit hitam dan helm putih bergaris hitam.
"Ini telah direncanakan sejak lama," ujar Rossi seperti yang dilansir autosport, Rabu (21/5/2008).
"Saya ingat setelah Portugal tahun lalu ketika saya memenangkan balapan ke-88 saya ingin menyamai Angel. Dan saya berbicara pada Angel, jika saya dapat menyamai Anda (Angel-red) maka Anda harus berada satu motor dengan saya," papar pembalap Fiat Yamaha itu.
Menurut Rossi, awalnya Angel menolak. Namun setelah Rossi mencatat kemenangan di China lalu, Angel akhirnya mau mengabulkan permintaannya. Rossi sendiri mengaku sangat bahagia dan menganggap pengalaman di Le Mans itu akan selalu dikenangnya.
"Saya rasa dia dapat membalap lebih cepat dari kami jika menggunakan M1. So, 180 kemenangan dalam sebuah motor tentu menjadi momen besar," tutup Rossi.
Dengan kemenangan di Le Mans itu, Rossi juga mampu mengambil alih puncak klasemen pembalap dari tangan pembalap Repsol Honda Dani Pedrosa. Pembalap kelahiran Urbino itu unggul tiga poin dari Dani.
okezone.com
Hayden Sulit Adaptasi dengan Motor
Texas - Nicky Hayden masih juga belum menemukan performa terbaiknya. Pembalap Amerika Serikat ini mengakui bahwa dia mengalami kesulitan beradaptasi dengan motor MotoGP.
Hayden adalah juara dunia MotoGP 2006. Namun ia kesulitan meneruskan performa terbaiknya setelah finis di posisi ke delapan di musim 2007. Pembalap Repsol Honda ini hanya tiga kali meraih podium namun dia tidak pernah menang.
Performanya di musim ini juga belum membaik. Setelah melewati lima seri, dia hanya berada di posisi ketujuh dan tertinggal 57 poin dari rekan setimnya di Repsol Honda Dani Pedrosa yang berada di posisi kedua klasemen.
Hayden pun tidak memiliki alasan lain mengenai performanya yang belum kunjung membaik Ia mengaku masih belum dapat beradaptasi dengan gaya membalapnya setelah tenaga motor mulai dikurangi sejak musim 2007.
"Saya tidak mencari alasan lain, masalah ada di dalam diri saya. Saya belum dapat beradaptasi dengan gaya balapan saya dengan motor 800cc. Ini masa sulit bagi saya," kata Hayden seperti dilansir Auto Sport.
"Di akhir tahun saya pikir masalah ini bisa diselesaikan, namun saya salah. Di musim lalu hasil saya tak begitu bagus. Honda tidak punya kekuatan yang cukup untuk gaya balapan saya," ujarnya.
Hayden mengakui kesulitan dengan motor tersebut karena tak terbiasa dengan motor saat ini. Ia justru melihat rekan setimya Pedrosa sudah terbiasa dengan motor seperti itu dan itu cocok dengan gayanya.
"Pedrosa memulai dari kelas 125cc dan 250cc, jadi dia sudah terbiasa dengan segala fasilitas itu. Dia tahu bagaimana tetap cepat di saat tikungan. Jadi gaya balapannya sangat cocok dengan motor 800cc," ungkap Hayden.
detik.com
Ducati: Kesalahan Komponen!
LE MANS - Tim Ducati akhirnya mengumumkan penyebab kegagalan Casey Stoner saat berlaga di Grand Prix Le Mans lalu. Tim Italia itu mengatakan penyebab utamanya adalah pada masalah kegagalan mesin.
Stoner memang tampil mengecewakan. Motor pembalap Australia itu harus kehilangan tenaga saat berjuang memperebutkan posisi kedua di GP Prancis lalu. Kejadian itu membuat juara bertahan ini harus masuk pits dan menggunakan motor keduanya untuk menyelesaikan lomba.
Hasil di Le Mans itu, finis terakhir, membuat posisi Stoner semakin tertinggal jauh dari para pesaingnya. Stoner tertinggal 41 poin dari Valentino Rossi dan 38 poin dari Dani Pedrosa serta Jorge Lorenzo.
Dalam keterangan resminya, Ducati mengakui telah menemukan penyebab kegagalan GP8 Ducati karena kesalahan komponen pada mesin. Namun, Ducati sendiri enggan menjelaskan secara spesifik terkait kesalahan komponen pada motor Stoner.
Tim Ducati juga memutuskan mengakhiri serangkaian tes di Le Mans lebih awal guna mencegah kerusakan lebih parah lagi.Tim kembali ke Italia guna menemukan solusi dari masalah Stoner tersebut.
okezone.com
LE MANS - Usai Grand Prix Prancis akhir pekan lalu, lima pabrikan tim MotoGP, ditambah tim San Carlo Honda Gresini, kembali menggelar tes di ke Sirkuit Le Mans.
Ada beberapa pembalap yang tidak hadir menjajal motor di Le Mans, Selasa (20/5/2008). Di antaranya adalah pembalap Fiat Yamaha, Jorge Lorenzo, yang harus kembali ke spanyol untuk melanjutkan rehabilitasi cedera pergelangan kakibnya.
Pembalap Tech 3 Yamaha Colin Edwards dan James Toseland juga tidak berpartisipasi dalam sesi uji coba kali ini. Keduanya tidak hadir di Le Mans karena harus melakukan tes di trek milik pabrikan ban Michelin, Clermont Ferrand.
Pada uji coba kali ini, pembalap Honda Repsol Dani Pedrosa dan andalan Yamaha Valentino Rossi, mencetak waktu tercepat satu-dua dengan menggunakan ban kualifikasi. Pembalap Ducati, Casey Stoner, menyusul di posisi ketiga.
Hasil uji coba di sirkuit Le Mans, Selasa (20/5/2008):
1. Dani Pedrosa SPA Repsol Honda Team (M) 1min 33.106 secs
2. Valentino Rossi ITA Fiat Yamaha Team (B) 1min 33.661 secs
3. Casey Stoner AUS Ducati Marlboro Team (B) 1min 33.994 secs
4. Chris Vermeulen AUS Rizla Suzuki MotoGP (B) 1min 34.108 secs
5. John Hopkins USA Kawasaki Racing Team (B) 1min 34.484 secs
6. Loris Capirossi ITA Rizla Suzuki MotoGP (B) 1min 34.730 secs
7. Nicky Hayden USA Repsol Honda Team (M) 1min 34.752 secs
8. Shinya Nakano JPN San Carlo Honda Gresini (B) 1min 34.911 secs
9. Alex de Angelis RSM San Carlo Honda Gresini (B) 1min 34.926 secs
10. Anthony West AUS Kawasaki Racing Team (B) 1min 35.082 secs
11. Marco Melandri ITA Ducati Marlboro Team (B) 1min 36.064 secs
12. Erwan Nigon FRA Michelin/Honda Test Rider (M) 1min 37.389 secs
13. Olivier Jacque FRA Kawasaki Test Rider (B) 1min 37.424 secs
okezone.com
Rossi Siap Perpanjang Kontrak
Akhir musim ini, kontrak kerja si jenius dari Italia dengan pabrikan Yamaha akan berakhir. Valentino "The Doctor" Rossi pernah mengutarakan niatnya pindah tim, jika Yamaha sampai gagal memberinya motor dengan karakter pemenang.
Namun dua gelar juara di China dan Prancis, rupanya cukup membuat The Doctor yakin telah menemukan apa yang diinginkannya. Alhasil, Yamaha kemungkinan besar bakal mendapatkan tanda tangan perpanjangan kontrak Rossi.
"Kami tengah melakukan pembicaraan dengan Yamaha. Saya telah meminta kepada mereka untuk mempersembahkan motor yang bisa memenangkan lomba dan mereka memenuhi permintaan saya. Jadi, tidak ada alasan bagi saya untuk pergi," papar Rossi kepada harian Gazzetta Dello Sport.
"Kami masih mencari bentuk kesepakatan. Tapi kemungkinan besar saya masih akan bermotor Yamaha sepanjang dua tahun lagi," kata Rossi.
Rossi terlihat sangat puas dengan performa motor Yamaha. Pembalap berusia 29 tahun itu memuji YZR-M1 Yamaha, yang menurutnya jauh lebih baik ketimbang tunggangannya tahun 2005.
"Saya masih lapar kemenangan. Saya masih akan membalap untuk beberapa tahun ke depan, setidaknya selama saya masih bisa bersaing di depan," ujar Rossi di situs resmi motoGP, Selasa (20/5/2008).
okezone.com
Pedrosa Salahkan Ban
LE MANS - Start dari pole position, namun finis di posisi keempat. Hal itu dialami pembalap Repsol Honda Dani Pedrosa di Le Mans. "Yang salah ban," kilah pembalap Spanyol itu.
Pada empat balapan sebelumnya, Pedrosa memang selalu naik podium. Namun di GP Prancis, Pedrosa hanya mampu finis di tempat keempat, hingga harus merelakan posisi pimpinan klasemen sementara MotoGP kepada pembalap Yamaha, Valentino Rossi.
"Saya mohon maaf karena kita sebelumnya telah memiliki kesempatan berdiri di podium. Tapi saat balapan, saya tidak bisa memacu motor secepat di sesi latihan. Dari awal lomba saya kurang sreg dengan ban depan, saya tidak bisa menghentikan motor seperti yang saya inginkan," kata Pedrosa.
"Lalu di pertengahan balapan, saya mulai kehilangan gigitan di ban belakang. Saat (Jorge) Lorenzo melewati saya, saya mencoba menempelnya kembali supaya tidak tertinggal tapi saya tidak dapat melakukannya," sesalnya kepada Autosport, Senin (19/5/2008).
Kekalahan sudah diterima Pedrosa. Kini, Pedrosa tinggal mencari cara memenangi balapan berikut yang bakal digelar di sirkuit Mugello Italia ?sirkuit andalan Rossi-tanggal 1 Juni mendatang.
"Saya telah mengeluarkan seluruh kemampuan saya. Meski terjerat masalah, kita bisa finis keempat toh bukan hasil yang buruk. Kami sekarang berada di posisi kedua klasemen kejuaraan dan akan terus bekerja keras untuk memperoleh hasil lebih baik di race berikutnya," janji Pedrosa.
okezone.com
Kawasaki Kecewa Berat
LE MANS - Kawasaki kecewa berat. Betapa tidak, hasil buruk kembali diperoleh pabrikan motor asal Jepang itu kala bertarung di MotoGP Prancis, di sirkuit Le Mans. Kawasaki hanya mampu mendulang dua angka.�
Kekecewaan Kawasaki ditambah dengan daya tahan motor yang ternyata masih rentan. Terbukti, John Hopkins terlempar dari lomba setelah rantai Kawasaki Ninja ZX-RR nya putus.
Sedangkan, Anthony West, harus berjuang keras membawa motornya ke garis finis gara-gara grip yang kurang menggigit. West akhirnya harus rela di-over lap dan menyelesaikan balap di posisi ke-14.
"Usai latihan dan kualifikasi, saya merasa kami dapat menyelesaikan Le Mans dengan hasil bagus, yang justru membuat hari ini bertambah buruk," sesal Hopkins kepada autosport, Senin (19/5/2008).
"Padahal saya telah melakukan start dengan baik, dan bahkan bisa mencari posisi dengan melepas rem. Tapi masih ada beberapa area yang tidak kita kuasai, akselerasi yang hilang di tikungan misalnya, dan ini membuat kami kesulitan menyalip,? lanjut pembalap asal Amerika Serikat itu.
"Tidak lucu rasanya, jika harus terus-terusan melepas (Pembalap Fiat Yamaha, Jorge) Lorenzo sepanjang lap, hanya untuk melihat motornya melibas kami di trek lurus. Kami harus memperbaiki area ini, dimulai saat tes besok, dan kami harus melakukan pengembangan jika ingin kompetitif," sambung Hopkins.
Curahan hati Hopkins didukung seratus persen oleh West. Pembalap asal Australia ini juga kecewa berat dengan setting-an motornya.
"Saya sama sekali tidak senang. Pekan ini merupakan perjuangan karena kami masih dihadapi dengan masalah traksi belakang yang telah mengganggu sejak awal musim. Lantas saat balap, cengkeraman belakang malah hilang sama sekali. Motor langsung melintir meski saya baru ingin menambah kecepatan," cetus West kesal.
Mengetahui pembalapnya frustasi, Manajer Kompetisi Kawasaki, Michael Bartholemy, langsung meminta maaf kepada Hopkins. "Saya ingin meminta maaf kepada Anthony karena kesulitan yang dialaminya karena miskalkulasi dari pihak tim," sesal Michael.
okezone.com
Stoner Tetap Optimis
LE MANS - Casey Stoner mengaku tetap mengakui penampilannya menunjukkan grafik yang lebih baik meski gagal tampil sebagai juara di Grand Prix Prancis, Minggu (18/5/2008) kemarin.
Pembalap Ducati Marlboro itu memang menuai hasil jeblok di Sirkuit Le Mans itu. Stoner juga tetap yakin peluangnya mempertahankan gelar masih terbuka meskipun tertinggal 41 poin dari sang pemuncak klasemen Valetino Rossi.
Juara bertahan MotoGP ini memang kurang tampil bagus pasca kemenangan di Grand Prix pembuka di Qatar lalu. Mulai masalah gangguan kamera di Estoril, finis ketiga di China dan yang terburuk finis diurutan 16 tentu menjadi catatan kurang bagus bagi seorang juara dunia.
Hasil buruk di Le Mans ini memang membuat Stoner terpuruk di peringkat empat klasemen. Meskipun begitu Stoner tetap yakin akan kembali tampil terdepan di balapan selanjutnya.
"Ini memang jarak yang sangat jauh, khususnya saat kita baru melakuan lima balapan," ujar Stoner seperti yang dilansir autosport, Senin (19/5/2008).
"Namun kami masih punya waktu banyak. Kami merupakan juara dunia tahun lalu dan itu tugas kami untuk mempertahankannya tahun ini," ujar Stoner yakin.
"Namun saya lebih senang memposisikan diri merebut gelar juara dibanding mempertahankan gelar," tambah Stoner.
Pembalap Australia itu juga membantah jika dirinya telah habis. Bahkan Stoner mengaku masih menjadi salah satu kandidat terkuat dan berjanji akan mengulangi kesuksesannya tahun lalu.
"Saya masih cukup kuat. Ini baru beberapa balapan, kami telah berusaha. Namun kami juga kurang beruntung," papar pembalap kelahiran Kuri Kuri itu.
Namun Stoner juga mengingatkan kru tim Ducati untuk segera melakukan pengembangan dan set up paling pas bagi GP8-nya secepat mungkin. Stoner tertinggal 41 poin dari pemuncak Valentino Rossi.
okezone.com
Hasil Terbaik Vermeulen
LE MANS - Pembalap Rizla Suzuki Chris Vermeulen mengaku sangat bahagia setelah mampu finis di urutan ke lima di Grand Prix Prancis, kemarin. Hasil ini memang menjadi yang terbaik bagi Vermeulen musim ini.
Pembalap Australia itu memulai balapan dari posisi delapan dan mampu unggul atas pembalap JiR Scout Honda Andrea Dovizioso. Vermeulen tertinggal 21 detik dari sang juara Sirkuit Le Mans itu, Valentino Rossi.
"Benar, hasil ini telah saya perkirakan. Saya sangat bahagia pekan ini, kami telah melakukan beberapa kemajuan dan yang terpenting kami telah mendulang poin," tambah Vermeulen seperti yang dilansir autosport, Senin (19/5/2008).
Namun Vermeulen juga mengaku sedikit kecewa dengan hasil itu karena dirinya sebenarnya mengincar posisi yang lebih baik. Tim Suzuki sendiri tidak langsung meninggalkan Prancis. Si Biru ini akan menjalani serangkain tes guna mempersiapkan balapan Mugello nanti.
"Saya ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada semua tim yang telah bekerja keras, mereka telah bekerja sejak dari China dan saya rasa GSV-R telah bekerja dengan baik tanpa ada maslaah," ujar Vermeulen.
Hasil balapan itu membuat rekan setim Loris Capirossi ini berada di peringkat 12 klasemen pembalap. Sedangkan Capirossi di balapan itu mampu finis diurutan ketujuh dan menduduki peringkat enam klasemen.
"Balapan ini menjadi hal yang berat bagi saya dari semua balapan sebelumnya," tutup Capirex, julukan pembalap Italia itu.
okezone.com
Bos Ducati Tetap 'Positif Thinking'
LE MANS - Bos Ducati Marlboro Livio Suppo tetap berpikir positif meski menuai hasil buruk di Grand Prix MotoGP Prancis, Minggu (18/5/2008) kemarin.
Mimpi buruk Ducati memang terus berlanjut. Casey Stoner harus menelan kenyataan pahit setelah GP8-nya mogok karena kegagalan mesin di lap 21 dari total 28 lap. Padahal saat itu Stoner berada di posisi ketiga.
Hasil tak jauh berbeda juga dialami rekan Stoner, Marco Melandri. Pembalap Italia itu juga mengalami masalah di awal balapan. Motor GP8-nya mogok di saat start dah harus mendapat dorongan yang membuat dirinya tertinggal jauh dari pembalap lainnya.
Balapan itu sendiri akhirnya dimenangkan Valentino Rossi. Pembalap Fiat Yamaha itu juga mampu memuncaki klasemen dengan torehan poin 97 unggul 41 poin dari Casey Stoner.
"Ini bukan menjadi hari kami," ujar Suppo seperti yang dilansir autosport, Senin (19/5/2008).
"Namun bagaimanapun saya ingin berpikir positif. Stoner membalap diluar perkiraan kami dan dia terlihat sangat berbeda karena lintasan ini memang lebih nyaman bagi motor Yamaha, hanya lintasan seperti Phillip Islands yang sesuai dengan kami," kilah Suppo.
Meskipun mengaku sedikit kecewa namun hasil kualifikasi sebelumnya membuat Suppo tetap yakin Stoner masih patut diperhitungkan. Stoner mampu menjadi yang terdepan di babak kualifikasi dan pemanasan.
Suppo juga tetap menganggap Stoner adalah pembalap terbaik dunia saat ini. Menurutnya, pembalap Australia itu akan segera menunjukkan kelasnya di balapan-balapan selanjutnya.
Meskipun motor Stoner mengalami kegagalan mesin, namun Suppo mengaku permasalahan utama yang dihadapi pembalapnya itu adalah mengenai ban depan Bridgestone-nya.
"Sayangnya mesih Stoner mati. Namun ini bisa terjadi kapan saja. Sebenarnya ini sudah lama tidak terjadi dan sayangnya sekarang terjadi," ujar Suppo.
"Masalah utama yang dialaminya adalah ban depannya, yang sama saat digunakan saat latihan dan temperature yang sama," tambahnya.
Namun sekali lagi Suppo mengaku semua itu masih normal terjadi. Suppo juga berharap setelah balapan itu, semua masalah yang dihadapi Stoner tidak terulang. Tim Ducati juga merencanakan serangkaian tes di trek Prancis itu.
"Kami hanya membutuhkan kondisi pemulihan. Ini akan menjadi perangsang yang bagus guna melakukan perbaikan di segala sektor," tutup Suppo.
okezone.com
Dovizioso Salahkan Toseland
LE MANS - Balapan di Grand Prix Prancis, Minggu (18/5/2008) kemarin, ternyata masih menyisakan permusuhan di luar lintasan. Andrea Dovizioso membantah jika dirinya menjadi penyebab kegagalan Toseland. Bahkan, pembalap Italia itu menuduh pembalap Tech 3 itu sebagai biang keladinya.
Dovizioso akhirnya harus puas finis diurutan keenam. Sedangkan Toseland sendiri juga terjatuh dan gagal melanjutkan balapan. Pembalap debutan itu mengaku insiden itu terjadi karena ulah Toseland sendiri.
"Saya tidak tahu apa yang dipikirkan Toseland kemudian. Saya ingin mendahuluinya dan dia tidak peduli dengan sekitarnya, dia ingin menguasai jalan itu sendiri," ujar Dovizioso saat diwawancarai sebuah televisi Italia, Senin (19/5/2008).
Namun hal itu dibantah Toseland. Menurut pembalap Inggris itu, insiden yang menimpanya dikarenakan Dovizioso yang tidak melihatnya.
"Saya saat itu sedang di tikungan empat dan Dovizioso datang untuk mendahului, dia mengambil dari samping dan saya berada disisi dalam dia," ujar Toseland kepada televisi BBC.
"Sayangnya dia tidak melihat saya di sisi dalam dan dilintasan lurus kami sama-sama ingin menjadi yang terdepan, namun saya gagal mengendalikan bagian depan motor saya," ujar Toseland.
Toseland mengaku sangat kecewa dengan hasil ini. Pasalnya, Toseland dan timnya sangat optimis akan mendapat hasil yang bagus di Grand Prix Prancis itu.
okezone.com
Rossi Pastikan Bertahan
Le Mans - Indikasi Valentino Rossi bertahan di Yamaha makin kuat. Rider berjuluk The Doctor itu sendiri yang memastikan tidak ada alasan baginya hengkang.
Mantapnya settingan motor musim ini diyakini sebagai alasan kuat bagi Rossi untuk tetap bertahan. Apalagi paketan YZR M1 memungkinkan Rossi untuk bisa kembali menjadi juara dunia.
"Saya meminta mereka (Yamaha) memberi saya motor yang bisa membawakan saya kemenangan, dan mereka telah memuaskan saya. Jadi tak ada alasan bagi saya untuk pergi," tandas Rossi kepada Gazzetta dello Sport, Selasa (20/5/2008).
Capaian Rossi di musim ini memang cukup fantastis. Bahkan di dua seri terakhir, ia mampu menduduki podium tertinggi sekaligus menempatkannya di puncak klasemen pembalap dengan 97 poin. Pembicaraan masalah kontrak baru diyakini tidak akan berjalan alot.
"Kami sedang berbicara dengan pihak Yamaha. Kami masih harus mencapai kesepakatan, tapi saya cukup yakin saya bakal terus berada di sini bersama Yamaha, setidaknya untuk dua musim lagi," tukas Rossi.
detik.com
Rossi Kembali Ke jalur Juara Dunia
Jakarta - Valentino Rossi bakal merengkuh gelar juara dunia? Masih ada 13 race sebelum mengonrfimasikan hal itu. Tapi usai kemenangan di Le Mans, The Doctor tengah menapaki jalan ke sana.
Terlalu terburu-buru mungkin membuat kesimpulan seperti itu karena persaingan MotoGP musim ini diyakini makin sengit dibanding musim-musim sebelumnya. Hingga seri keempat di Shanghai dua pekan lalu ada empat pembalap berbeda yang menjadi juara, yakni Casey Stoner, Dani Pedrosa, Jorge Lorenzo dan Rossi sendiri.
Maka saat mampu finish di posisi terdepan MotoGP Prancis, Minggu (18/5/2008), Rossi adalah pembalap pertama yang mampu duduk di podium teratas sampai dua kali sepanjang musim ini. Untuk sementara Rossi mengambil alih puncak klasemen pembalap dengan poin 97, unggul tiga angka atas Pedrosa dan Lorenzo yang sama-sama mengumpulkan 94 poin.
Tapi tentu bukan itu saja alasan untuk membuat prediksi seperti judul di atas.
Yang jadi modal utama Rossi untuk kembali bangun dari mimpi buruk selama dua musim terakhir tentu saja performa motor Yamaha miliknya. Kalau musim 2006 Yamaha YZR-M1 banyak mengalami masalah yang kemudian membuat Rossi dibuat tak berdaya oleh Nicky Hayden, dan musim lalu dipecundangi Casey Stoner yang didukung tenaga besar Desmosedici GP8, tahun ini teknisi Yamaha melakukan pengembangan sangat yang sukses.
Memang saat melaju di lintasan lurus Rossi masih harus sedikit bersabar, seperti yang terjadi di Le Mans. Namun gap dengan Honda atau Ducati tidaklah sebesar musim lalu. Buktinya Rossi tercatat sebagai pembalap tercepat di Le Mans dengan membukukan waktu satu menit 34,215 detik.
Keputusan untuk putus hubungan dengan Michelin dan kemudian bekerjasama dengan Bridgestone terbukti tidak salah. Jika musim lalu Rossi kerap harus bermain aman demi sekedar bisa sampai finish karena bannya kehilangan daya cengkram ban, kini -- setidaknya hingga seri kelima -- tak ada masalah serupa dialami.
Dengan modal seperti itu Rossi seharusnya bisa kembali menjadi kampiun kelas rajanya motor seperti yang terakhir dia raih tahun 2005 lalu.
Kalau ada yang berpotensi menghambat laju Rossi meraih gelar juara dunianya ke delapan di kelas yang berbeda maka itu adalah generasi pembalap muda berbakat yang dipimpin Dani Pedrossa. Selain pembalap Honda asal Spanyol itu, satu yang wajib diwaspadai Rossi adalah rekan setimnya, Lorenzo.
Lihatlah betapa pemuda Spanyol berusia 20 tahun itu tampil luar biasa saat menjadi juara di Portugal, menjalani balapan dengan konsisten meski habis mengalami kecelakan hebat di Shanghai dan tampil kesetanan di Le Mans untuk bisa duduk di posisi dua. Sebagai catatan, di usianya yang sudah 29 tahun, Rossi kini adalah pembalap tertua ketiga di ajang MotoGP.
Untuk memenangi pertarungan dengan rombongan pemain muda ini, pengalaman adalah senjata ampuh yang dimiliki Rossi. Jika mampu memanfaatkan dengan baik keuntungan tersebut, gelar juara dunia ke delapan sangat mungkin menjadi milik The Doctor.
"Saya belum pernah memenangi balapan secara beruntun sejak 2006. Dengan keberhasilan ini berarti kami kembali ke persaingan (menuju gelar juara dunia)," ungkap Rossi usai balapan seperti diberitakan Autosport.
detik.com






